Jenazah Orang Kudus Yang Masih Awet Selama Beratus-ratus Tahun

Selama bertahun-tahun Gereja Katolik Roma telah menemukan mayat beberapa orang kudus yang masih dalam keadaan utuh.
Berikut ini saya postingkan 10 Daftar orang kudus yang hingga kini kondisi mayatnya masih utuh dan menjadi tujuan para peziarah :

1. St.Bernadete of Lourdes


Terlahir dengan nama Marie-Bernarde Soubirous pada tanggal 7 Januari 1844 di Lourdes, Perancis dan meninggal di Nevers, Perancis tanggal 16 April 1879. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 8 Desember 1933 oleh Paus Pius XI.

2. St.Jean-Marie Baptiste Vianney


Lahir di Dardilly, Perancis pada tanggal 8 Mei 1786 dan meninggal di Ars-Sur-Formans, Perancis tanggal 4 Agustus 1859. Dikanonisasikan di Roma pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI

3. St.Teresa Margaret of The Sacret Heart


Lahir di Arezo, Italia pada tanggal 15 Juli 1747 dan meninggal di Florence, Italia tanggal 7 Maret 1770. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 19 Maret 1934 oleh Paus Pius XI

4. St.Vincent De Paul


Lahir di Pouy, Gascony, Perancis pada tanggal 24 April 1581 dan meninggal di Paris, Perancis tanggal 27 September 1660. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 16 Juni 1737 oleh Paus Clement XII

5. St.Clare of Assisi


Lahir di Assisi, Italia pada tanggal 16 Juli 1194 dan meninggal di Assisi, Italia tanggal 11 Agustus 1253. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 26 September 1255 oleh Paus Alexander IV

6. St.Veronica Giuliani


Lahir di Mercatello, Italia (Duchy of Urbino) pada tahun 1660 dan meninggal di Citta Dicastello, Italia tanggal 9 Juli 1727. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 26 Mei 1839 oleh Paus Gregory XVI

7. St.Zita


Lahir di Monsagrati, Lucca, Italia tahun 1212 dan meninggal di Lucca, Italia tanggal 27 April 1272

8. St.John Bosco


Lahir di Castelnuovo d’Asti, Piedmont, Italia pada tanggal 16 Agustus 1815 dan meninggal tanggal 31 Januari 1888. Dikanonisasikan di Roma pada tanggal 1 April 1934 oleh Paus Pius XI

9. Blessed Pope Pius IX


Terlahir dengan nama Giovanni Maria Mastai-Ferretti, di Senigallia, Papal States pada tanggal 13 Mei 1792 dan meninggal di Apostolic Palace, Roma, Italia tanggal 7 Februari 1878. Diberi gelar Beato pada tanggal 3 September 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II

10. Blessed Pope John XXIII


Terlahir dengan nama Angelo Giuseppe Roncalli di Sotto Il Monte, Italia pada tanggal 25 Nopember 1881 dan meninggal di Vatican City tanggal 3 Juni 1963. Diberi gelar Beato pada tanggal 3 September 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II

Kebohongan Para Koruptor Di Indonesia

Suatu ketika, seseorang meminjam keledai pada Nasaruddin. Nasaruddin berkata keledainya tidak ada, sedang dipinjamkan pada orang lain. Tapi tiba-tiba dari belakang rumahnya terdengar ringkik keledainya. Orang itu pun berkata, “nah itu keledainya ada di belakang rumah, kok dibilang tidak ada”. Dengan santai Nasaruddin balik bertanya, “anda mau percaya siapa, aku atau keledai?”.

Anekdot Nasaruddin ini ingin menunjukan satu contoh model kebohongan, yaitu berbohong walau jelas-jelas ada fakta yang membantah kebohongannya.

Kebohongan model Nasaruddin tersebut paling banyak diadopsi koruptor. Pertama, koruptor memang sudah pasti pembohong. Uang hasil korupsinya dia katakan hasil jerih payah legal dan halal, padahal sudah jelas melanggar hukum dan haram. Kedua, ketika korupsinya tercium dan mulai diproses secara hukum, muncul lagi aneka kebohongan yang lain.
Salah satu dari aneka kebohongan itu namanya kebohongan sakit. Banyak sekali koruptor begitu diproses secara hukum lalu beralasan sakit. Bahkan ada yang sakitnya bisa disetel harus berobat ke luar negeri. Diantaranya ada yang malah kabur dan tidak pernah kembali lagi.

Menggelikan sekali, di negeri ini bahkan ada orang yang terindikasi korupsi, baru akan diperiksa sebagai saksi tiba-tiba sakit. Setelah kasusnya agak reda, tidak dihebohkan, dia sehat lagi, bahkan jalan-jalan ke luar negeri. Begitu kasusnya diteruskan dan dirinya ditetapkan sebagai tersangka, dia mendadak sakit lagi.
Jurus kebohongan sakit tampaknya jadi jurus paling ampuh untuk para koruptor saat ini. Ada yang gunakan kebohongan sakit untuk mengulur waktu agar bisa menyiapkan diri dari jeratan hukum. Ada pula yang pakai jurus kebohongan sakit dengan niat memang mau kabur.
Lebih aneh lagi, ada saja pendukung dan pembelanya yang ikut-ikutan memperkuat kebohongannya. Bahkan melalui konferensi pers, memberi penjelasan yang tidak masuk akal. Mana ada orang sakit baru dua minggu tiba-tiba kurus karena berat badannya turun 18 kg.
Dulu pernah ada koruptor yang tertangkap tangan menyuap jaksa, diajari pengacaranya untuk mengatakan bahwa itu uang bisnis berlian. Bisnis berlian kok dengan jaksa.
Alhasil, jurus kebohongan khususnya kebohongan sakit adalah jurus yang paling ampuh dilakukan oleh para koruptor untuk melepaskan dirinya dari jeratan hukum atau paling tidak meringankan hukumannya. Banyak sekali yang berhasil karena divonis bebas. Yang lainnya dihukum ringan, lalu tidak lama kemudian bebas karena selalu dapat remisi.
Korupsi sendiri adalah sebuah kebohongan. Diperlukan kebohongan lain untuk menutupinya. Untuk menutupi itu bahkan melibatkan kolega pendukung, teman separtai, sampai penegak hukum sendiri. Maka semakin lengkaplah cerita korupsi di negeri ini, negeri yang penuh dengan kebohongan. Negeri penuh retorika kebohongan.

Kumpulan Kata Bijak Tentang Kegagalan

Kesuksesan dan kegagalan bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan. Semua orang ingin sukses, namun sayangnya tidak semua orang berani membayar harganya dengan kegagalan.
Kita semua pernah gagal dalam hidup ini. Namun apa maknanya? Perbedaan utama antara orang yang benar-benar sukses dan gagal adalah sikap mereka menghadapi kegagalannya. Bagaimana sebenarnya sikap kita menghadapi kegagalan?

Inilah 10 kata bijak dari para tokoh tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi kegagalan :
1.”Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan”
— John Fitzgerald Kennedy —
2.”Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi”
— Orison Swett Marden —
3.”Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali ketika kita jatuh”
— Confusius —
4.”Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah”
— Thomas Alfa Edison —
5.Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab, Yakni : orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak, dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir”
— W.A Nance —
6.”Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat”
— Winston Churchill —
7.”Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan”
— General Colin Powell —
8.”Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya”
— John Charles Salak —
9.”Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan ; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa”
— Denis Waitley —
10.”Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik”
— Henry Ford —
Jelas sudah bahwa tidak ada orang yang gagal namun yang ada hanyalah orang yang berpikir dirinya gagal.
Gagal bukanlah satu kesalahan, kegagalan hanyalah sebuah proses menuju kesuksesan yang lebih besar.
Sukses untuk kita semua !

Pengertian dan Definisi Korupsi

Kata korupsi berasal dari Bahasa Latin : Corruptio dari kata kerja Corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya yakni menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur melawan hukum ; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi sehingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya :
Memberi dan menerima hadiah atau janji (penyuapan),
Penggelapan dalam jabatan,
Pemerasan dalam jabatan,
Ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara),
Menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk kepentingan pribadi. Semua bentuk pemerintah/pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat. Titik ujung korupsi adalah “Kleptokrasi” yang artinya pemerintahan oleh para pencuri, di mana-mana berpura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas/kejahatan.

Kondisi yang mendukung munculnya korupsi :
Konsentrasi kekuasaan pada pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik,
Kurangnya transparansi pada pengambilan keputusan pemerintah,
Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal,
Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar,
Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman lama”,
Lemahnya ketertiban hukum,
Lemahnya profesi hukum,
Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa,
Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.

Korupsi menunjukkan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (Good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di Pemilihan Umum dan di Badan Legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan ; korupsi di pengadilan menghentikan ketertiban umum, dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidakseimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengikis kemampuan institusi dari pemerintah karena mengabaikan prosedur
, penyedotan sumber daya, dan pejabat yang diangkat atau dinaikkan jabatannya bukan karena prestasi dan kepandaiannya tetapi karena adanya unsur kekeluargaan. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup atau aturan-aturan lain. Korupsi mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur serta menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, campur tangan dan penipuan.

Artikel ini buat Pejabat-Pejabat di Pemerintah Kota Bau-Bau dan Pejabat-Pejabat di Kabupaten Buton yang punya hobby korupsi (yang merasa pernah korupsi, jangan marah ya!!)

Ketika Kemiskinan Melanda Kita

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global, sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dapat dipahami dalam berbagai cara, pemahaman utamanya mencakup ;
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral serta tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” disini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan bisa dikelompokkan dalam dua kategori yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standar yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yang cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira-kira 2000-2500 kalori perhari untuk laki-laki dewasa). Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia berkembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana kesana kemari di daerah pinggiran kota. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.

Penyebab kemiskinan dapat dihubungkan dengan ;
Penyebab individual atau patologis yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan atau kemampuan si miskin.
Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.
Penyebab sub-budaya (sub cultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin yaitu orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati garis kemiskinan.

Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah :
Bantuan kemiskinan atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
Bantuan terhadap keadaan individu, banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja dan lain-lain.
Persiapan bagi yang lemah, daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orangtua atau orang dengan ketidakmampuan atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.